Kamis, 19 Januari 2017

Pengembangan Aplikasi
Nama : Yessica Amanda octafinati
Ø Tahapan pengembangan aplikasi dengan metode waterfall
Metode waterfall  adalah suatu proses pengembangan perangkat lunak   berurutan, di mana kemajuan dipandangsebagai terus mengalir ke bawah (seperti air terjun) melewati fase-fase perencanaan, pemodelan, implementasi(konstruksi), dan pengujian. (saputrasandra04, 2015)
Manfaaat waterfall  Keunggulan model pendekatan pengembangan software dengan metode waterfall adalah pencerminan kepraktisan rekayasa, yang membuat kualitas software tetap terjaga karena pengembangannya yang terstruktur dan terawasi. Disisi lain model ini merupakan jenis model yang bersifat dokumen lengkap, sehingga proses pemeliharaan dapat dilakukan dengan mudah. Akan tetapi dikarenakan dokumentasi yang lengkap dan sangat teknis, membuat pihak klien sulit membaca dokumen yang berujung pada sulitnya komunikasi antar pengembang dan klien. Dokumentasi kode program yang lengkap juga secara tak langsung menghapus ketergantungan pengembang terhadap pemrogram yang keluar dari tim pengembang. Hal ini sangat menguntungkan bagi pihak pengembang dikarenakan proses pengembangan perangkat lunak tetap dapat dilanjutkan tanpa bergantung pada pemrogram tertentu. (secon, 2013)
Ø  Tahapan pengembangan aplikasi metode prototyping        
  Prototyping perangkat lunak (software prototyping) atau siklus hidup menggunakan protoyping (life cycle using prototyping) adalah salah satu metode siklus hidup sistem yang didasarkan pada konsep model bekerja (working model). Tujuannya adalah mengembangkan model menjadi sistem final. Artinya sistem akan dikembangkan lebih cepat dari pada metode tradisional dan biayanya menjadi lebih rendah. Ada banyak cara untuk memprotoyping, begitu pula dengan penggunaannya. Ciri khas dari metodologi ini adalah pengembang sistem (system developer), klien, dan pengguna dapat melihat dan melakukan eksperimen dengan bagian dari sistem komputer dari sejak awal proses pengembangan. (wanda, 2017)
Keuntungan dan manfaat metode prototyping
 Menghasilkan syarat yang lebih baik dari produksi yang dihasilkan oleh metode ‘spesifikasi tulisan’.
User dapat mempertimbangkan sedikit perubahan selama masih bentuk prototipe.
Memberikan hasil yang lebih akurat dari pada perkiraan sebelumnya, karena fungsi yang diinginkan dan kerumitannya sudah dapat diketahui dengan baik.
User merasa puas. Pertama, user dapat mengenal melalui komputer. Dengan melakukan prototipe (dengan analisis yang sudah ada), user belajar mengenai komputer dan aplikasi yang akan dibuatkan untuknya. Kedua, user terlibat langsung dari awal dan memotivasi semangat untuk mendukung analisis selama proyek berlangsung. (susanti, 2014)

DAFTAR PUSAKA

saputrasandra04. (2015, September 4). Pengembangan Aplikasi dengan Metode Waterfall dan Prototyping. Retrieved from https://saputrasandra04.wordpress.com/2015/09/04/pengembangan-aplikasi-dengan-metode-waterfall-dan-prototyping/
secon, m. (2013, oktober 19). metologi waterfall. Retrieved from http://mbahsecond.blogspot.co.id/2013/10/metodologi-pengembangan-waterfall.html
susanti, s. (2014, juni 27). MANFAAT DAN KELEMAHAN PENGGUNAAN PROTOTYPE SISTEM. Retrieved from http://prototypesolusinya.blogspot.co.id/2014/06/manfaat-dan-kelemahan-penggunaan.html
wanda, r. l. (2017, januari 20). Pengertian Prototyping Model. Retrieved from http://rizalloa.ilearning.me/?p=132

PROFIL
Nama       : Yessica Amanda Octafianti
Sekolah    : Smk Islam 1 Blitar

Motto        : education does not guarantee us success on the day tomorrow, but without the sor of education we are not anything at all

Tidak ada komentar:

Posting Komentar