Pengembangan Aplikasi
Nama :
Yessica Amanda octafinati
Ø Tahapan
pengembangan aplikasi dengan metode waterfall
Metode
waterfall adalah suatu
proses pengembangan perangkat lunak berurutan,
di mana kemajuan dipandangsebagai terus mengalir ke bawah (seperti air terjun)
melewati fase-fase perencanaan, pemodelan, implementasi(konstruksi), dan
pengujian. (saputrasandra04, 2015)
Manfaaat waterfall
Keunggulan model pendekatan pengembangan
software dengan metode waterfall adalah pencerminan kepraktisan rekayasa, yang
membuat kualitas software tetap terjaga karena pengembangannya yang terstruktur
dan terawasi. Disisi lain model ini merupakan jenis model yang bersifat dokumen
lengkap, sehingga proses pemeliharaan dapat dilakukan dengan mudah. Akan tetapi
dikarenakan dokumentasi yang lengkap dan sangat teknis, membuat pihak klien
sulit membaca dokumen yang berujung pada sulitnya komunikasi antar pengembang
dan klien. Dokumentasi kode program yang lengkap juga secara tak langsung
menghapus ketergantungan pengembang terhadap pemrogram yang keluar dari tim
pengembang. Hal ini sangat menguntungkan bagi pihak pengembang dikarenakan
proses pengembangan perangkat lunak tetap dapat dilanjutkan tanpa bergantung
pada pemrogram tertentu. (secon, 2013)
Ø Tahapan pengembangan aplikasi metode
prototyping
Prototyping perangkat lunak (software
prototyping) atau siklus hidup menggunakan protoyping (life cycle using
prototyping) adalah salah satu metode siklus hidup sistem yang didasarkan pada
konsep model bekerja (working model). Tujuannya adalah mengembangkan model
menjadi sistem final. Artinya sistem akan dikembangkan lebih cepat dari pada
metode tradisional dan biayanya menjadi lebih rendah. Ada banyak cara untuk
memprotoyping, begitu pula dengan penggunaannya. Ciri khas dari metodologi ini
adalah pengembang sistem (system developer), klien, dan pengguna dapat melihat
dan melakukan eksperimen dengan bagian dari sistem komputer dari sejak awal
proses pengembangan. (wanda, 2017)
Keuntungan
dan manfaat metode prototyping
Menghasilkan syarat yang lebih baik dari
produksi yang dihasilkan oleh metode ‘spesifikasi tulisan’.
User
dapat mempertimbangkan sedikit perubahan selama masih bentuk prototipe.
Memberikan
hasil yang lebih akurat dari pada perkiraan sebelumnya, karena fungsi yang
diinginkan dan kerumitannya sudah dapat diketahui dengan baik.
User
merasa puas. Pertama, user dapat mengenal melalui komputer. Dengan melakukan
prototipe (dengan analisis yang sudah ada), user belajar mengenai komputer dan
aplikasi yang akan dibuatkan untuknya. Kedua, user terlibat langsung dari awal
dan memotivasi semangat untuk mendukung analisis selama proyek berlangsung. (susanti,
2014)
DAFTAR PUSAKA
saputrasandra04. (2015, September 4). Pengembangan
Aplikasi dengan Metode Waterfall dan Prototyping. Retrieved from
https://saputrasandra04.wordpress.com/2015/09/04/pengembangan-aplikasi-dengan-metode-waterfall-dan-prototyping/
secon, m. (2013,
oktober 19). metologi waterfall. Retrieved from
http://mbahsecond.blogspot.co.id/2013/10/metodologi-pengembangan-waterfall.html
susanti, s. (2014,
juni 27). MANFAAT DAN KELEMAHAN PENGGUNAAN PROTOTYPE SISTEM. Retrieved
from http://prototypesolusinya.blogspot.co.id/2014/06/manfaat-dan-kelemahan-penggunaan.html
wanda, r. l.
(2017, januari 20). Pengertian Prototyping Model. Retrieved from
http://rizalloa.ilearning.me/?p=132
PROFIL
Nama
: Yessica Amanda Octafianti
Sekolah
: Smk Islam 1 Blitar
Motto : education
does not guarantee us success on the day tomorrow, but without the sor of
education we are not anything at all
Tidak ada komentar:
Posting Komentar