Mode
dan Format Pengalamatan
Yessica Amanda octafianti
MODE DAN FORMAT
PENGALAMATAN
1. INHERENT
Dalam mode pengalamatan inherent, semua informasi yang dibutuhkan untuk operasi telah diketahui otomatis oleh CPU, dan tidak dibutuhkan operan eksternal dari memori atau dari program. Operan yang digunakan hanyalah register internal dari CPU atau data dalam stack. Karena itu operasi ini hanyalah terdiri dari satu byte instruksi.
1. INHERENT
Dalam mode pengalamatan inherent, semua informasi yang dibutuhkan untuk operasi telah diketahui otomatis oleh CPU, dan tidak dibutuhkan operan eksternal dari memori atau dari program. Operan yang digunakan hanyalah register internal dari CPU atau data dalam stack. Karena itu operasi ini hanyalah terdiri dari satu byte instruksi.
2. IMMEDIATE
Dalam mode pengalamatan immediate, operan terkandung di dalam byte yang langsung mengikuti kode operasi. Mode ini digunakan saat suatu harga atau konstanta diketahui saat program dibuat dan tidak akan dirubah selama eksekusi program. Operasi dengan mode ini membutuhkan dua byte instruksi, satu untuk kode operasi dan satu lagi untuk data byte.
Dalam mode pengalamatan immediate, operan terkandung di dalam byte yang langsung mengikuti kode operasi. Mode ini digunakan saat suatu harga atau konstanta diketahui saat program dibuat dan tidak akan dirubah selama eksekusi program. Operasi dengan mode ini membutuhkan dua byte instruksi, satu untuk kode operasi dan satu lagi untuk data byte.
3. DIRECTION
Mode pengalamatan direct mirip dengan mode pengalamatan extended kecuali bahwa upper byte dari alamat operan selalu dianggap $00. Karena itu, hanya lower-byte dari operan yang diperlukan untuk dimasukkan dalam instruksi. Pengalamatan direct menyebabkan efisiensi alamat dalam 256 byte pertama dalam memori. Area ini dinamakan dengan direct page dan mengandung on-chip RAM dan register I/O. Pengalamatan direct ini efisien bagi memori program dan waktu eksekusi. Dalam mode ini instruksi terdiri dari dua byte, satu untuk kode operasi dan satu lagi untuk alamat operan. (Sekolah)
Mode pengalamatan direct mirip dengan mode pengalamatan extended kecuali bahwa upper byte dari alamat operan selalu dianggap $00. Karena itu, hanya lower-byte dari operan yang diperlukan untuk dimasukkan dalam instruksi. Pengalamatan direct menyebabkan efisiensi alamat dalam 256 byte pertama dalam memori. Area ini dinamakan dengan direct page dan mengandung on-chip RAM dan register I/O. Pengalamatan direct ini efisien bagi memori program dan waktu eksekusi. Dalam mode ini instruksi terdiri dari dua byte, satu untuk kode operasi dan satu lagi untuk alamat operan.
4. EXTENDED
Pengalamatan extended ini dapat digunakan untuk mengakses semua lokasi dalam memori mikrokontroler termasuk I/O, RAM, ROM, dan EPROM. Karena itu operasi ini membutuhkan tiga byte, satu untuk kode operasi, dan dua untuk alamat dari operan.Contoh : 0200 C6 03 65 LDA $0365
Pengalamatan extended ini dapat digunakan untuk mengakses semua lokasi dalam memori mikrokontroler termasuk I/O, RAM, ROM, dan EPROM. Karena itu operasi ini membutuhkan tiga byte, satu untuk kode operasi, dan dua untuk alamat dari operan.Contoh : 0200 C6 03 65 LDA $0365
Pertama CPU akan
membaca kode operasi C6, kemudian CPU akan membaca $03 dari lokasi memori $0201
dan diterjemahkan sebagai alamat highorder. Setelah itu CPU membaca $65 dari
lokasi $0202 dan diterjemahkan sebagai low-order dari alamat. Terakhir, CPU
membangun alamat lengkap $0365 dan meletakkannya dalam bus alamat dan kemudian
melakukan operasi read.
Instruksi-instruksi Mode Pengalamatan extended, antara lain: ADC, ADD,
AND, BIT; CMP, CPX, EOR, JMP; JSR, LDA, LDX, ORA; SBC, STA, STX, SUB. (Haryanto,
2013)
5. INDEXED
Index Sequential Search Index adalah struktur data yang mengatur record data pada disk untuk mengoptimalkan beberapa jenis operasi pengambilan (retrieval) tertentu. (Astuti, 2015)
Index Sequential Search Index adalah struktur data yang mengatur record data pada disk untuk mengoptimalkan beberapa jenis operasi pengambilan (retrieval) tertentu.
6. Mnemonic, Operation, Machine Code, Addressing
Mode
Kode operasi (opcode) direpresentasi kan dengan singkatan – singkatan, yang disebut mnemonic.
Kode operasi (opcode) direpresentasi kan dengan singkatan – singkatan, yang disebut mnemonic.
Mnemonic mengindikasikan
suatu operasi bagi CPU.
Contoh mnemonic adalah
:
– ADD = penambahan
– SUB = substract (pengurangan)
– LOAD = muatkan data ke memori
Setiap opcode simbolik
memiliki representasi biner yang tetap dan programer dapat menetapkan lokasi masing – masing operand
6. ADDRESSING MODE
Mode pengalamatan
adalah bagaimana cara menunjuk dan
mengalamati suatu lokasi memori pada
sebuah alamat di mana operand akan diambil. Mode pengalamatan diterapkan
pada set instruksi, dimana pada umumnya instruksi terdiri dari opcode (kode
operasi) dan alamat. Setiap mode pengalamatan memberikan fleksibilitas khusus
yang sangat penting. Mode pengalamatan ini meliputi direct addressing, indirect
addressing, dan immediate addressing.
1. Direct Addresing
Dalam mode pengalamatan direct addressing, harga yang akan dipakai diambil langsung dalam alamat memori lain. Contohnya: MOV A,30h. Dalam instruksi ini akan dibaca data dari RAM internal dengan alamat 30h dan kemudian disimpan dalam akumulator. Mode pengalamatan ini cukup cepat, meskipun harga yang didapat tidak langsung seperti immediate, namun cukup cepat karena disimpan dalam RAM internal. Demikian pula akan lebih mudah menggunakan mode ini daripada mode immediate karena harga yang didapat bisa dari lokasi memori yang mungkin variabel.
Dalam mode pengalamatan direct addressing, harga yang akan dipakai diambil langsung dalam alamat memori lain. Contohnya: MOV A,30h. Dalam instruksi ini akan dibaca data dari RAM internal dengan alamat 30h dan kemudian disimpan dalam akumulator. Mode pengalamatan ini cukup cepat, meskipun harga yang didapat tidak langsung seperti immediate, namun cukup cepat karena disimpan dalam RAM internal. Demikian pula akan lebih mudah menggunakan mode ini daripada mode immediate karena harga yang didapat bisa dari lokasi memori yang mungkin variabel.
Kelebihan dan kekurangan dari Direct
Addresing antara lain :
Kelebihan
•
Field alamat berisi efektif address sebuah operand
Kelemahan
• Keterbatasan field alamat karena
panjang field alamat biasanya lebih
kecil dibandingkan panjang word
2. Indirect Addresing
Mode pengalamatan indirect addressing sangat berguna karena dapat memberikan fleksibilitas tinggi dalam mengalamati suatu harga. Mode ini pula satu-satunya cara untuk mengakses 128 byte lebih dari RAM internal pada keluarga 8052. Contoh: MOV A,@R0. Dalam instruksi tersebut, 89C51 akan mengambil harga yang berada pada alamat memori yang ditunjukkan oleh isi dari R0 dan kemudian mengisikannya ke akumulator. Mode pengalamatan indirect addressing selalu merujuk pada RAM internal dan tidak pernah merujuk pada SFR. Karena itu, menggunakan mode ini untuk mengalamati alamat lebih dari 7Fh hanya digunakan untuk keluarga 8052 yang memiliki 256 byte spasi RAM internal.
2. Indirect Addresing
Mode pengalamatan indirect addressing sangat berguna karena dapat memberikan fleksibilitas tinggi dalam mengalamati suatu harga. Mode ini pula satu-satunya cara untuk mengakses 128 byte lebih dari RAM internal pada keluarga 8052. Contoh: MOV A,@R0. Dalam instruksi tersebut, 89C51 akan mengambil harga yang berada pada alamat memori yang ditunjukkan oleh isi dari R0 dan kemudian mengisikannya ke akumulator. Mode pengalamatan indirect addressing selalu merujuk pada RAM internal dan tidak pernah merujuk pada SFR. Karena itu, menggunakan mode ini untuk mengalamati alamat lebih dari 7Fh hanya digunakan untuk keluarga 8052 yang memiliki 256 byte spasi RAM internal.
Kelebihan dan kekurangan dari Indirect
Addresing antara lain :
Kelebihan
• Ruang bagi alamat menjadi besar
sehingga semakin banyak alamat yang dapat referensi
Kekurangan
• Diperlukan referensi memori ganda dalam
satu fetch sehinggamemperlambat preoses operasi (Ramadhan,
2015)
Listing
alamat, mnemonic, kode mesin(OpCode), dan addressing mode
A. Elemen Instruksi
Mesin
Operation code (Op
code), Menspesifikasi operasi yang akan dilakukan. Kode operasi berbentuk kode
biner Source Operand reference, Operasi dapat berasal dari lebih satu sumber.
Operand adalah input operasi Result Operand reference, Merupakan hasil atau
keluaran operasi Next Instruction Reference, Elemen ini menginformasikan CPU
posisi instruksi berikutnya yang harus
diambil dan dieksekusi
B. MnemonicKode operasi
(opcode) direpresentasi kan dengan singkatan – singkatan, yang disebut
mnemonic. Mnemonic mengindikasikan suatu operasi bagi CPU.
Contoh mnemonic adalah
:
ADD = penambahan
SUB = substract
(pengurangan)
LOAD = muatkan data ke
memori
Setiap opcode simbolik
memiliki representasi biner yang tetap dan programer dapat menetapkan lokasi
masing – masing operand.
Operand dari Operation1. Memori ke memori.
Dalam hal ini data berasal dan kembali ke memori, dan tahap operasi secara umum adalah :
Operand dari Operation1. Memori ke memori.
Dalam hal ini data berasal dan kembali ke memori, dan tahap operasi secara umum adalah :
a. Ambil nilai operand
dari memori
b. Eksekusi operasi
yang diperlukan
c. Kembalikan hasilnya
ke memori
2. Memori ke register.
Yaitu memindah nilai
dari data kememori ke register. Satu nilai data berasal dari memori dan satu
lagi dari register. Hasil eksekusi dikembalikan ke memori atau ke register
dimana operand berasal.
3. Register ke
register.
Dalam hal ini digunakan
sejumlah register untuk menyimpan seluruh nilai data yang akan digunakan dalam
komputasi. Data harus diambil dari memori oleh sederet instruksi sebelum
komputasi dimulai. Setelah komputasi dilakukan maka hasilnya dikembalikan lagi
dengan register (Sekolah)
Daftar
Pustaka
Astuti, V. A. (2015, January 12). Retrieved January
20, 2017, from
http://veniapriliaa.blogspot.co.id/2015/01/index-sequential-search-index-adalah.html
Haryanto, A. T. (2013). Sistem Komputer.
Jakarta: Politeknik Negeri Media Kreatif.
Ramadhan, F. (2015, Mei 7). MAKALAH MODE DAN
FORMAT PENGALAMATAN SET INSTRUKSI. Retrieved January 20, 2016, from
http://fuadramadhan12.blogspot.co.id/2015/05/makalah-mode-dan-format-pengalamatan.html
Sekolah, T. (n.d.). MODE DAN FORMAT PENGALAMATAN.
Retrieved January 20, 2017, from MODE DAN FORMAT PENGALAMATAN:
http://tugasekol.blogspot.com/2016/01/mode-dan-format-pengalamatan_14.html
Astuti, V. A. (2015, January 12). Retrieved January
20, 2017, from http://veniapriliaa.blogspot.co.id/2015/01/index-sequential-search-index-adalah.html
Haryanto, A. T. (2013). Sistem Komputer.
Jakarta: Politeknik Negeri Media Kreatif.
Ramadhan, F. (2015, Mei 7). MAKALAH MODE DAN
FORMAT PENGALAMATAN SET INSTRUKSI. Retrieved January 20, 2016, from
http://fuadramadhan12.blogspot.co.id/2015/05/makalah-mode-dan-format-pengalamatan.html
Sekolah, T. (n.d.). MODE DAN FORMAT PENGALAMATAN.
Retrieved January 20, 2017, from MODE DAN FORMAT PENGALAMATAN:
http://tugasekol.blogspot.com/2016/01/mode-dan-format-pengalamatan_14.html
Profil
Nama : yessica Amanda
octafianti
Sekolah : Smk islam 1 blitar
Motto : penddikan tidak menjamin kitab sukses dihari esok .
namun tanpa pendidikan pun kita bukan apa apa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar